Katalog produk online membuat tokomu terlihat profesional dan memudahkan pembeli membandingkan produk. Katalog yang rapi juga menghemat waktu membalas chat, karena informasi penting sudah tersedia sebelum pembeli bertanya.
Panduan ini membahas langkah membuat katalog produk online untuk UMKM, dari menyiapkan foto sampai membagikannya ke berbagai kanal penjualan.
1. Kelompokkan Produk
Mulai dengan membagi produk ke dalam kategori yang mudah dipahami pembeli, misalnya berdasarkan jenis, fungsi, atau koleksi musiman. Kategori yang jelas membantu pembeli menemukan produk lebih cepat, terutama kalau jumlah produkmu banyak.
2. Siapkan Foto yang Seragam
Foto adalah bagian terpenting dari katalog produk online. Gunakan background, pencahayaan, dan sudut yang sama untuk semua produk dalam satu kategori. Foto utama sebaiknya memakai background putih dengan rasio 1:1, lalu tambahkan foto detail dan foto suasana.
Ikuti cara foto produk dengan HP supaya hasilnya terang dan tajam, dan cek ukuran foto produk Shopee dan Tokopedia sebelum mengunggah.
3. Buat Aturan Penamaan Produk
Nama produk yang konsisten memudahkan pencarian. Gunakan pola yang sama, misalnya: Merek + Jenis Produk + Varian + Ukuran. Contohnya "Glow Natural Serum Wajah Vitamin C 30 ml". Pola ini juga membantu produk muncul saat pembeli mencari kata kunci tertentu.
4. Tulis Deskripsi yang Lengkap
Setiap produk butuh deskripsi yang menjawab manfaat, spesifikasi, cara pakai, dan informasi pengiriman. Pakai struktur yang sama untuk semua produk supaya katalog terasa rapi. Kamu bisa memakai template di artikel contoh deskripsi produk Shopee.
5. Tentukan Harga dan Varian dengan Jelas
Tampilkan harga, pilihan varian, dan stok secara jelas. Kalau ada harga grosir atau paket bundling, cantumkan di katalog supaya pembeli tidak perlu bertanya. Pastikan harga di semua kanal penjualan sama atau beri penjelasan kalau berbeda.
6. Bagikan ke Semua Kanal Penjualan
Setelah katalog siap, unggah ke marketplace, Katalog WhatsApp Business, dan Instagram Shop. Gunakan foto dan nama produk yang sama di semua kanal supaya pembeli mengenali produkmu di mana pun mereka menemukannya.
7. Perbarui Secara Rutin
Katalog yang tidak diperbarui bisa membuat pembeli kecewa, misalnya memesan produk yang ternyata sudah habis. Jadwalkan pengecekan rutin setiap bulan dan setiap ada perubahan harga atau stok.
Contoh Struktur Katalog untuk Toko Skincare
Sebagai gambaran, toko skincare bisa menyusun katalog produk online seperti ini:
- Pembersih: facial wash, micellar water, dan cleansing balm.
- Perawatan: toner, serum, dan essence.
- Pelembap dan perlindungan: moisturizer dan sunscreen.
- Paket hemat: bundling rutinitas pagi dan malam.
Setiap kategori memakai foto utama dengan background putih yang sama, nama dengan pola yang konsisten, dan deskripsi dengan struktur yang seragam. Pembeli bisa langsung melihat rangkaian lengkap dan membeli dalam satu kali checkout.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Katalog
Kesalahan yang paling sering adalah foto dengan gaya berbeda-beda karena diambil di waktu dan tempat yang berbeda. Kesalahan lain adalah harga dan stok yang tidak sama di setiap kanal, sehingga pembeli bingung dan merasa tidak percaya. Tetapkan satu sumber data utama, misalnya spreadsheet, lalu perbarui semua kanal dari sana.
Siapkan Foto Katalog dengan Lebih Cepat
Memotret ulang puluhan produk dengan gaya yang seragam adalah bagian paling melelahkan dari membuat katalog. Dengan TARABAS, kamu bisa mengubah foto HP menjadi foto katalog yang seragam, menyimpan hasilnya per proyek, lalu mengunduh semuanya dalam satu file ZIP lengkap dengan caption. Lihat fitur proyek dan ekspor atau pilih paket sesuai jumlah produkmu.
Ringkasan
Katalog produk online yang baik dimulai dari pengelompokan produk, foto yang seragam, nama yang konsisten, dan deskripsi yang lengkap. Bagikan ke semua kanal penjualan dan perbarui secara rutin supaya informasinya selalu akurat. Katalog yang rapi juga memperkuat branding toko online kamu.
Pertanyaan Umum
Apa saja isi katalog produk online?
Minimal foto produk, nama, harga, varian, deskripsi singkat, dan cara memesan. Katalog yang lengkap juga mencantumkan ukuran, bahan, dan informasi pengiriman.
Di mana sebaiknya katalog produk online dibagikan?
Di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, Katalog WhatsApp Business, Instagram Shop, dan link di bio media sosial. Gunakan foto dan nama produk yang sama di semua kanal.
Berapa sering katalog produk perlu diperbarui?
Perbarui setiap ada produk baru, perubahan harga, atau stok habis. Cek seluruh katalog setidaknya sebulan sekali supaya informasinya tetap akurat.





